Kamis, Juli 29, 2010

Syair Realita Kaum Marginal

By: Abu Rayyan

Seni kehidupan akan jauh lebih indah
Tatkala setiap langkah kita diniatkan untuk ibadah
Dengan penuh keikhlasan dan keyakinan yang membuncah
Dan hanya satu tujuan yang kita gapai
Yaitu keridhoan Tuhan yang bersemai
Agar kita tidak menjadi insan yang lalai

SDIT Baitul Jihad Kemang Pratama
Adalah sekolah GRATIS tanpa dipungut biaya
Berada di kompleks elit orang kaya
Siswa-siswinya dari kaum dhu'afa
Yaitu kaum marginal yang jauh dari kemewahan harta

Sekarang, sekolah ini dipimpin oleh pria muda
Pria kalem & bijak dari Madura
Dialah Habibun orangnya
Semoga sekolah kita tambah maju dipimpinnya
Menjadi sekolah Islam gratis percontohan yang pertama

Tidak lupa kepada para donatur yang dermawan
Yang ingin mendermakan sebagian hartanya ke jalan Tuhan
Inilah salah satu tempat yang menawan
Yang sudah dijanjikan oleh Sang Maha Kehidupan
Menyumbang sebagian hartanya untuk kemajuan dunia pendidikan

Inilah bekal amal kebajikan di akhirat kelak
Yang mengantarkan kita menuju tangga Sang Malikul Haq
Sebagai wujud pengabdian seorang hamba yang mutlak
Semoga kita tergolong hamba pengikut jejak
Jejak pesona amal kebajikan yang haq.

Sabtu, Juli 17, 2010

Tantangan Dunia Pendidikan

Pendidikan dasar dan menengah merupakan salah satu isu yang menjadi sasaran kampanye politik para calon presiden dalam pemilihan presiden lalu. Informasi yang disampaikan oleh presiden terpilih dan para lawan politiknya sering kali berseberangan. Sebagai contoh, satu pihak membanggakan “anggaran pendidikan 20 persen” yang mestinya disampaikan secara lebih komprehensif sebab terdapat perubahan mendasar sejak Februari 2008.

Hal ini konsekuensi dari Mahkamah Konstitusi yang memutuskan bahwa gaji pendidik yang sebelumnya di luar anggaran pendidikan menjadi termasuk di dalamnya. MK beralasan bahwa pemisahan gaji guru dari anggaran pendidikan tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Sisdiknas. Di sisi lain, proses sertifikasi guru yang memiliki konsekuensi anggaran negara yang cukup besar masih berjalan.

Masyarakat harus paham bahwa anggaran pendidikan 20 persen atau 204,7 triliun rupiah pada tahun 2009 sudah termasuk gaji pendidik. Contoh lainnya ialah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), istilah “Sekolah Gratis”, menurut Prabowo Subianto, dinilai tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Informasi kian simpang siur.


Sekolah Gratis

Kebijakan BOS di Indonesia tidak terlepas dari komitmen dunia internasional dalam mewujudkan Millennium Development Goals atau MDGs. BOS dipandang sebagai investasi pendidikan yang diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah, menurunkan angka putus sekolah, serta membuka akses seluas-luasnya bagi siswa miskin untuk mengenyam pendidikan dasar dan menengah.

Saat ini, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menerima BOS tiap triwulan. Dana ditransfer langsung ke rekening sekolah. Satuan perhitungan BOS ialah per siswa per tahun, yaitu 397 ribu rupiah (SD di kabupaten), 400 ribu rupiah (SD di kota), 570 ribu rupiah (SMP di kabupaten), dan 575 ribu rupiah (SMP di kota).

Kebijakan ini disambut baik oleh sekolah terutama bagi sekolah di perdesaan yang memiliki banyak siswa miskin. Sekolah dengan karakter seperti itu umumnya sulit untuk mengumpulkan dana komite yang berasal dari orang tua, meski bilangannya hanya 2.000 rupiah hingga 5.000 rupiah per bulan per siswa.

Sekolah tipe ini justru memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan istilah sekolah gratis secara “murni” bahkan sejak tahun ajaran 2005/2006 ketika BOS pertama kali diluncurkan. Penerapan sekolah gratis secara murni dapat diselenggarakan apabila terdapat peraturan daerah atau peraturan bupati/wali kota serta BOS pendamping dari anggaran daerah.

Lalu, bagaimana dengan sekolah lainnya? Sekolah negeri favorit sulit mewujudkan sekolah gratis sebab tuntutan terhadap pencapaian mutu tertentu membutuhkan biaya yang belum dapat ditutupi dengan BOS. Sekolah tipe ini umumnya hanya gratis dalam iuran bulanan namun untuk buku dan pungutan lain masih dibebankan kepada orang tua.

Sayangnya, biaya buku dipastikan jauh lebih besar daripada iuran bulanan. Sebagian sekolah juga masih menerima sumbangan sukarela dari orang tua. Sedangkan bagi sekolah swasta, Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) masih dibolehkan untuk memungut. Meski diwajibkan menerima BOS, banyak sekolah swasta pada tahun ini menolak BOS.

Kebijakan BOS bagaimanapun harus tetap dikritisi. Secara umum, kebijakan tersebut belum ditopang dengan dana sosialisasi dan perangkat struktural yang mapan. BOS diperlakukan seolah-olah ia adalah proyek yang di dalamnya sekolah harus menyusun perencanaan penggunaan, pelaporan keuangan yang cukup rumit, dan mesti siap diperiksa sewaktu-waktu. Hal ini dilaksanakan sekolah tanpa dibekali petunjuk teknis dan kapasitas yang cukup dalam akuntansi dan manajemen keuangan keproyekan. Sementara buku pedoman BOS 2009 belum mampu menjawab persoalan teknis, misalnya ketiadaan biaya minimum pendidikan untuk sekolah dengan jumlah murid sedikit.

Tidak adanya aturan khusus bagi sekolah di daerah terpencil juga cukup menyulitkan. Sebab sekolah membutuhkan biaya ratusan hingga jutaan rupiah untuk mencairkan BOS pada tiap triwulan. Di sisi lain, belum seluruh kabupaten kota yang mengalokasikan APBD untuk BOS pendamping atau BOS Daerah.


Fisik Sekolah

Adanya anggapan bahwa BOS dapat mengatasi semua masalah di sekolah sepertinya kurang tepat. Bangunan atau fisik sekolah adalah salah satunya. BOS tidak otomatis menciptakan bangunan sekolah menjadi bagus. Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, bahwa pembiayaan fisik sekolah berbeda dengan BOS. Fisik sekolah berasal dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), yaitu objek penerima ditentukan oleh pemda melalui dinas terkait dan tidak tertutup kemungkinan terdapat alokasi dari anggaran daerah.

Kedua, bahwa rehabilitasi berat dilarang dibiayai oleh BOS. Sehingga tidaklah mengherankan jika banyak sekolah yang memiliki bangunan tidak layak namun masih dapat berjalan “normal”. Pada kasus ini sekolah ditempatkan pada situasi dilematis yaitu dana yang didapat dari BOS tidak dapat mereka gunakan untuk merehabilitasi sekolah mereka yang nyaris roboh.

Kebijakan pemerintah pada tingkat SD dan SMP pada dasarnya terkait satu dengan yang lain. Pengelolaan dana secara mandiri di sekolah pada tingkat tertentu mampu mendorong sekolah lebih partisipatif dan kreatif. Namun hal ini mesti didukung oleh kapasitas yang memadai serta penerapan nilai tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Jika tidak, maka dana tidak akan tepat sasaran bahkan rawan penyelewengan.

Peran kepala sekolah sebagai “pimpinan proyek” yang bertanggung jawab dalam mengelola BOS, DAK dan berbagai block grant di sekolah idealnya dialihkan ke tenaga khusus. Komite Sekolah serta organisasi profesi guru seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Kelompok Kerja Guru (KKG), dan lain sebagainya mesti diperkuat sehingga mampu mendukung pemda untuk meningkatkan kapasitas pendidik dan menjawab permasalahan teknis di lapangan. Di atas itu semua, kesadaran dan partisipasi masyarakat, terutama orang tua siswa, harus ditingkatkan sehingga peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah tidak hanya menjadi beban pemerintah dan sekolah semata.***

Penulis adalah alumni Pascasarjana Universitas Indonesia, Konsultan Bank Dunia di Jakarta

Teaser:
Kesadaran dan partisipasi masyarakat, terutama orang tua siswa, harus ditingkatkan sehingga peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah tidak hanya menjadi beban pemerintah dan sekolah semata.***
Amalia Falah Alam

sumber : http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=14159,Kamis, 30 Juli 2009

Masa Orientasi Siswa 2010

Jumat, Juli 16, 2010

Program Pendidikan ISLAM TERPADU Yayasan Baitul Jihad


Sebagai upaya meningkatkan Kalimat Allah (li I’laahi kalimaatillah), Yayasan Baitul Jihad sejak didirikannya senantiasa mengupayakan terbinanya Ukhuwah Islamiyah untuk menjadikan lembaga ini sebagai wahana peningkatan keimanan dan ketaqwaan umat Islam, sekaligus sebagai agen transformasi masyarakat kearah yang lebih baik untuk merealisasikan misi Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin


Yayasan Baitul Jihad juga memberikan perhatian yang sangat serius terhadap segala upaya mengangkat harkat dan martabat kaum mustadh’afiin, fuqara dan masakin. Mereka adalah yang secara potensil – karena keterbatasan ekonomi tidak cukup memiliki kemampuan dalam meningkatkan kualitas intelektual dan spiritual untuk ikut berkompetisi sebagai bagian dari umat terbaik (Khairo Ummah). Oleh karena itu, salah satu program yang terus menerus dipacu peningkatannya adalah Program Pendidikan, yang bertujuan mempersiapkan anak hidup pada masanya berbekal IPTEK dan IMTAQ yang dilandasi dengan pengetahuan Al-Quran dan Al-Hadits yang mumpuni. Program ini ditujukan baik bagi anakl-anak sebagai generasi masa depan muslim pada umumnya, maupun kaum fuqara wal masaakin pada khususnya.
Wujud dari program tersebut adalah :
Pertama, telah terbentuknya Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Baitul Jihad yang saat ini telah menginjak 8 thn dan membina sedikitnya 150 murid yang berasal dari anak-anak Kemang Pratama 2 & Regency dan anak-anak kaum dhu’afa di sekitarnya
Kedua, Yayasan Baitul Jihad telah menyelenggarakan Program Orang Tua Asuh. Program ini mengupayakan pendidikan Gratis bagi anak-anak yatim dan kaum dhu’afa pada tingkat SD Islam Terpadu dengan mengacu pada system pendidikan berbasis kompetensi yang didukung oleh guru-guru yang berkualitas serta kompeten di bidangnya dan ditunjang dengan system manajemen yang baik. Alhamdulillah ini telah berlangsung sejak tahun 2004 dan insya Allah akan mengeluarkan lulusan perdananya pada tahun yang akan datang.
Lewat program orang tua asuh ini kami berharap dapat menghimpun dana guuna kelancaran mereka belajar. Program ini bukan hanya berlaku bagi per-orangan saja tapi juga pada perusahaan-perusahaan dan instansi-instansi yang terjangkau dan memungkinkan
Alhamdulillah pada perjalanannya yang ke-enam SDIT Baitul Jihad telah memiliki siswa sebanyak 188 siswa dengan tenaga edukatif sebanyak 10 orang. Mudah-mudahan apa yang kita canangkan dan inginkan selalu bersamaan dengan taufiq, hidayah dan ma’unah dari Allah SWT.


Kegiatan Internal

Berbagai macam kegiatan demi menunjang perkembangan dan penyaluran bakat peserta didik telah banyak kita laksanakan. Diantara Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama kurun waktu 3 bulan adalah :

1. Tray out bagi siswa-siswi kelas VI baik dalam skala local atau provinsi yang diadakan di lingkungan sekolah sendiri

Sehubungan dengan keputusan pemerintah yang tetap mengadakan UASBN pada semua tingkat pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai tingkat atas, maka kami selaku guru dan pendidik di lingkungan SDIT Baitul Jihad berupaya keras untuk mensukseskan program pemerintah ini. Upaya-upaya yang kami lakukan adalah dengan mengadakan Try Out atas inisiatif dari kami atau kami mengikuti Try Out yang telah dicanangkan, baik oleh gugus atau UPTD kecamatan Rawalumbu. Alhamdulillah try out yang kami laksanakan dapat membantu siswa-siswi kami dalam mempersiapkan diri sebelum mereka mengikuti UASBN nanti. Motto kami adalah jadikanlah try out yang kita laksanakan ini seperti kalian sedang menghadapi UASBN dan jadikanlah UASBN seperti layaknya kalian menjalani try out yang biasa kita lakukan. Try out ini mulai kita laksanakan sejak bulan Februari 2010 s/d April 2010
Bahkah pada tanggal 22 s/d 24 February 2010 anak-anak kami yang sekarang duduk di kelas VI sempat mengikuti Try Out yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah Jawa Barat melalui kota-kota dan kabupaten. Hasilny cukup lumayan dengan input siswa yang sangat terbatas

2. Kumpul para wali siswa
Kumpul semua wali siswa mulai dari kelas I s/d kelas VI, biasa dan rutin kita laksanakan setiap bulan, setiap pembukaan tahun ajaran baru, setiap akan mulai ujian baik Ujian Mid Semester lebih-lebih ujian semester dan setiap libur setelah semester I. Hal ini sengaja kami lakukan secara rutin dan intens agar terjalin tali silaturrahmi yang kuat diantara kami selain juga sebagai ajang laporan secara umum kepada mereka tentang perkembangan anak-anak mereka yang telah dititipkan kepada kami untuk kita bina.
Selain itu juga sebagai ajang tanya-jawab antar orang tua dengan pihak guru atau yayasan. Disini mereka boleh mengungkapkan apa saja yang mereka mau, baik berupa usul, saran dan bahkan kritikan.

3. Ujian Tengah Semester II
Alhamdulillah ujian tengah semester II telah selesai kami laksanakan. Ujian Tengah Semester II tahun ini berlangsung sejak tanggal 15 s/d 27 Maret 2010. Selain sebagai tolak ukur kemampuan dan daya serap mereka terhadap pelajaran yang kita berikan selama ini juga sebagai masukan bagi kami atas hasil yang mereka capai di ujian ini. Sehingga dengan ini kami juga tahu seberapa jauh mereka bisa menerima pelajaran


Kegiatan Eksternal

Selain kegiatan Internal kita juga aktif ikut serta berperan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan baik ditingkat gugus, kecamatan, kota bahkan provinnsi. Diantara kegiatan tersebut adalah :

1. Tray out bagi siswa-siswi kelas VI yang dilaksanakan oleh bimbel Bintang Pelajar yang bertempat di SD Al-Azhar Jaka Permai Bekasi
Diantara wujud keseriusan kami dalam mempersiapkan UASBN bagi mereka dank arena kami juga ingin memberikan upaya maksimal bagi mereka kami sempatkan mengirim anak-anak kami untuk mengikuti Try Out yang dilaksanakan oleh Bimbingan belajar Bintang Pelajar yang dilaksanakan di Bekasi. Ini juga pastinya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tapi alhamdulillah kita bisa mengikutinya dengan baik. Dan yang lebih membanggakan kami adalah bahwa dari 25 murid kelas VI kami ternyata ada diantara mereka yang menempati urutan ke-3000 dari sekitar 7000 peserta try out. Hal ini patut kita banggakan dan kami yakin bahwa kesempatan sukses dan menjadi orang besar juga terbuka buat mereka, meskipun kita semua paa mafhum dengan keadaan dan kondisi mereka sehari-hari.



2. Pelaksasanaan O2SN (Olympiade Olahraga Siswa Nasional) 2010
Diantara tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk mencari dan menghimpun bakat dari peserta didik dari sejak dini, sehingga mudah untuk memberikan bantuan, dorongan dan pembinaan lebih terhadap bakat yang mereka miliki.
Sytem perlombaan pada event ini adalah dimulai dari tingkat gugus. Pemenang tinggkat gugus akan mewakili gugus mereka untuk berlaga pada tingkat kecamatan, dari tingkat kecamatan akan mewakili untuk tingkat kabupaten atau kota demikian seterusnya hingga mencapai tingkat nasional. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali
Selain kegiatan olahraga kegiatan serupa yang dilaksanakan setiap tahun adalah Lomba Siswa berprestasi.
Alhamdulillah pada kegiatan ini ada beberapa piala yang sempat kami peroleh. Daftar piala pada kegiatan ini bisa dilihat pada lampiran dibawah ini.

3. Study edukatif ke STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) Curug Tangerang dan Museum Bahari Jakarta
Sebagai upaya melihat langsung dan pengenalan profesi serta pengenalan teknologi pada peserta didik, maka pada tanggal 18 Februari 2010 kami mengajak anak—anak kami yang ada pada level tinggi (kelas V s/d VI) untuk melihat langsung salah satu sekolah yang lulusannya khusus mencetak pilot-pilot handal. Selain pengenalan profesi dan lain-lainnya jauh yang kami harapkan adalah tumbuhnya sikap percaya diri pada mereka meskipun saat ini mereka dilahirkan dari keluarga yang biasa-biasa.
Guna memperkenalkan tentang kelautan, maka kami juga sempatkan untuk memperkenalkan tentang macam-macam bentuk perahu yang ada di Indonesia kepada peserta didik. Mereka sangat antusias dalam kegiatan ini. Baik dengan banyak bertanya kepada instruktur ataupun juga kepada guru
Peserta dari kegiatan ini berjumlah 65 orang termasuk dengan para guru.

4. Study edukatif bagi guru-guru
Selain siswa, maka yang tak kalah pentingnya adalah up-grade pengalaman, ilmu serta manajemen abgi guru-gurunya. Maka untuk maksud tersebut kita mengadakan study edukattif ke sekolah Insan Cendekia Muda di Arcamanik Bandung. Banyak hal baru yang kita dapatkan disana untuk kita terapkan di sekolah kita tercinta. Baik dari pengelolaan tata kelas dan manajemennya.
Selain Insan Cendekia Muda kita juga berkunjung ke salah satu SDN terfaforit yang ada di Bandung, yaitu SDN Cijawura. Sekolah ini menjadi salah satu sekolah percontohan yang ada di Bandung

5. Open Tournament Karate yang bertempat di GOR C-Tra Bandung
Untuk tetap eksis dalam hidup kita harus memiliki kemampuan yang lebih dari kebanyakan orang. Bisa dalam hal keilmuan ataupun keterampilan. Karena peserta didik yang ada pada kita lebih menonjol pada kegiatan psikomotor dari pada pada kognitif-nya maka kami berikan kepada mereka ekskul karate.
Alhamdulillah dalam beberapa event yang kami ikuti rata-rata berbuah manis. Kejuaraan terakhir yang kami ikuti pada tahun 2010 adalah Open Tournamen karate yang bertempat di GOR C-Tra Bandung dan alhamdulillah kami berhasil membawa pulang beberapa trofi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.




No Jenis Kegiatan Prestasi Nama Atlet Kelas Ket.
1 Open Tournamen Karate 2010 GOR C-Tra Bandung Juara II
Kata Beregu Putra 1. Heriyanto
2. Abd. Hadi Arfan
3. Prabowo Suryanto VI
V
IV Foto terlampir
2 Open Tournamen Karate 2010 GOR C-Tra Bandung Juara III
Kata Beregu Putri 1. Musdaifah S.
2. Sartika Ayu L.
3. Mira Dewi Rahayu VI
V
V Foto terlampir
3 Open Tournamen Karate 2010 GOR C-Tra Bandung Juara II
Kumite perorangan Pa 1. Abd. Hadi Arfan V
Foto terlampir
4 Open Tournamen Karate 2010 Tingkat Kecamatan Kota Bekasi Juara I
Juara II
Kata Beregu Putra 1. Abd. Hadi Arfan
2. Prabowo Suryanto V
VI
4 Open Tournamen Karate 2010 Tingkat Kecamatan Kota Bekasi Juara II
Kata Beregu Putri 1. Vivi Selviana V
5 Open Tournamen Tenis Meja 2010 Tingkat Kecamatan Kota Bekasi Juara I
Tunggal Putri 1. Sartika Ayu Lestari V
6 Open Tournamen Bola Voli 2010 Tingkat Kecamatan Kota Bekasi Juara III
Regu Putra IV.V
7 Open Tournamen Bola Voli 2010 Tingkat Gugus Kota Bekasi Juara II
Regu Putra IV.V.
8 Lomba Baca Puisi 2010 Tingkat Gugus Kota Bekasi Juara II 1. Iin Setiani IV
9 Lomba Kerajinan Tangan 2010 Tingkat Gugus Kota Bekasi Juara II 1. Dodi Hartono IV
10 Lomba Seni Lukis 2010 Tingkat Gugus Kota Bekasi Juara III 1. Heni Rahmah V